Tuesday, 7 October 2014

Sistem Informasi Akutansi (Softskill)



Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen


Akuntansi dalam bisnis dan dinamika perusahaan, mempunyai peran yang sangat penting terutama untuk memberikan informasi keuangan sebagai pendukung pengambilan keputusan. Berbagai macam kepentingan, keputusan, dan penggunaan informasi keuangan dalam perusahaan menyebabkan berkembangnya ilmu Akuntansi, informasi keuangan yang dihasilkan bukan hanya terbatas pada penyediaan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen saja, namun sebagai alat pendukung pengambilan keputusan di masa datang, peramalan laba, hingga akuisisi dan merger. Meskipun perkembangan Akuntansi sebagai disiplin ilmu begitu luas namun secara garis besar Akuntansi dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen. Kedua tipe tersebut muncul karena dinamika perusahaan yang bertemu dengan disiplin ilmu Akuntansi dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan pengguna informasi keuangan yang berbeda. Pengambil keputusan yang berbeda, memerlukan informasi keuangan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Perbedaan pokok antara Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen terletak pada:
·         Pemakai Laporan Akuntansi dan tujuan mereka
·         Lingkup Informasi
·         Fokus Informasi
·         Rentang Waktu
·         Kriteria bagi informasi Akuntansi
·         Sifat informasi

Akutansi keuangan

Akuntansi keuangan mempunyai tujuan untuk menyajikan informasi keuangan bagi pemakai di luar perusahaan, contohnya seperti pemegang saham, kreditor, analis keuangan, karyawan, instansi pemerintah dan lainnya. Sementara itu, tujuan masing-masing pemakai laporan keuangan dari pihak luar perusahaan adalah bentuk hubungan atau kerjasama yang akan mereka ambil di masa depan dengan perusahaan penerbit laporan keuangan, singkatnya para pemakai laporan keuangan menggunakan laporan keuangan tidak bertujuan untuk mengambil keputusan mengenai perusahaan, namun lebih pada untuk mengambil keputusan jenis dan sifat hubungan seperti apa yang akan di lakukan dengan perusahaan penerbit laporan keuangan di masa yang akan datang.
Untuk lingkup informasi, pada laporan Akuntansi Keuangan umumnya menyajikan informasi keuangan tentang perusahaan secara keseluruhan. Neraca (laporan posisi keuangan) yang menyajikan aset, kewajiban (liabilitas), dan modal perusahaan secara keseluruhan, ataupun laporan Rugi-Laba (laporan laba-rugi komprehensif) yang menyajikan hasil kegiatan dari perusahaan secara keseluruhan. Karena tujuan laporan keuangan untuk pemakai dari luar perusahaan, maka informasi yang ada dalam laporan keuangan lebih berbentuk ringkasan (summary) dan menggambarkan keuangan perusahaan secara keseluruhan. Hal ini sangat penting untuk pengguna laporan keuangan yang berasal dari luar perusahaan sebagai perluasan dari informasi mengenai perusahaan secara keseluruhan.
Ditinjau dari fokus informasi, Akuntansi Keuangan berfokus pada informasi masa lalu (historical). Akuntansi Keuangan menggambarkan suatu bentuk pertanggungjawaban dana yang sebelumnya dipercayakan oleh para penyedia dana dari pihak luar perusahaan kepada manajemen perusahaan.
Dari segi rentang waktu, Akuntansi Keuangan menghasilkan laporan yang kurang fleksibel dan hanya mencakup jangka waktu tertentu, seperti misalnya periode satu tahun (annual), periode setengah tahun (interim), periode satu kuartal, atau periode satu bulan.
Untuk kriteria bagi informasi Akuntansi Keuangan, merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim atau berterima secara umum. Prinsip-prinsip tersebut merupakan hasil dari perumusan organisasi yang berwenang seperti Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Badan Pengawas  Pasar Modal (BAPEPAM) sebagai hasil dari tuntutan pemakai laporan keuangan yang berasal dari pihak luar perusahaan. Pemakai laporan keuangan dari pihak luar perusahaan tidak mempunyai pengetahuan langsung tentang praktik dalam perusahaan, laporan keuangan merupakan satu-satunya media komunikasi antara pihak luar dengan manajemen, karena itu laporan keuangan dari Akuntansi keuangan memerlukan suatu standarisasi bentuk laporan keuangan agar pengguna laporan keuangan dari pihak luar dapat membandingkan berbagai laporan keuangan dari beberapa perusahaan yang berbeda sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan tentang hubungan yang akan diambil dengan perusahaan di masa datang.
Sifat informasi dari Akuntansi Keuangan memerlukan tingkat ketepatan yang tinggi, objektif, dapat diuji kebenarannya, dan juga akurat, karena para pemakainya adalah pihak-pihak dari luar perusahaan yang menggunakan laporan keuangan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan. Untuk mendapatkan tingkat ketepatan tersebut perusahaan terkadang menggunakan jasa dari pihak ketiga yang bebas dari kepentingan apapun untuk memberikan pendapat tentang laporan keuangan perusahaan, yaitu auditor.


Akuntansi Manajemen

Berbeda dengan Akuntansi Keuangan yang mempunyai fokus laporan pertanggungjawaban dan ringkasan kondisi perusahaan kepada pihak luar perusahaan, laporan keuangan atau hasil olah informasi dari Akuntansi Manajemen mempunyai fokus menyediakan informasi keuangan bagi keperluan pihak internal perusahaan atau manajemen. Akuntansi Manajemen berhubungan dengan informasi mengenai perusahaan untuk memberikan manfaat bagi para pemakai laporan keuangan yang berada dalam perusahaan (manajemen) sebagai bahan pertimbangan yang mendukung dalam pengambilan keputusan.
Lingkup informasi pada Akuntansi Manajemen cenderung lebih sempit, tidak lagi berfokus pada perusahaan sebagai satu entitas melainkan lebih detil karena lingkup informasi bertujuan untuk melaporkan bagian-bagian tertentu dari perusahaan, seperti bagian produksi, bagian pemasaran dan lainnya. Namun kompleksitas lingkup informasi keuangan yang dihasilkan oleh Akuntansi Manajemen ini nantinya akan sejalan dengan tingkat-tingkat manajemen yang terlibat dalam membuat keputusan.
Dalam fokus informasi, Akuntansi Manajemen cenderung berorientasi pada masa yang akan datang, karena pengambilan keputusan selalu menyangkut tentang hal-hal yang berhubungan dengan kebijakan perusahaan di masa yang akan datang, namun untuk sumber informasi yang akan diolah bisa bervariasi, mulai dari biaya-biaya di masa lalu (historical cost), biaya sekarang (current cost) atau biaya masa datang (future cost).
Untuk Rentang waktu, Akuntansi Manajemen menyediakan rentang waktu yang jauh lebih fleksibel dibandingkan Akuntansi Keuangan, hal ini terjadi karena tuntutan dari manajemen perusahaan yang harus membuat keputusan-keputusan penting dalam waktu yang relatif singkat dan cepat, baik yang bersifat terstruktur, semi-terstruktur, hingga tidak terstruktur. Rentang waktu yang diberikan bisa berupa harian, mingguan, bulanan, atau bahkan hingga periode 10 tahun.
Kriteria bagi informasi Akuntansi Manajemen tidak dibatasi oleh prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum, selama itu memberi manfaat bagi pihak manajemen perusahaan, baik itu dalam hal pengukuran, ataupun perhitungan. Dalam Akuntansi manajemen, praktik-praktik yang telah terbukti berhasil dan bermanfaat pada suatu perusahaan kebanyakan akan ditiru oleh perusahaan-perusahaan lain yang kemudian akan menyebar luas dalam dunia industri. Selain itu, pada Akuntansi Manajemen tidak ada organisasi ataupun undang-undang yang mengatur praktik-praktiknya, selama itu bermanfaat untuk manajemen perusahaan maka perusahaan akan terus menggunakan praktik-praktik tersebut.
Akuntansi Manajemen menghasilkan informasi yang akan membantu manajemen untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan kebijakan perusahaan, baik untuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian, pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kebijakan dalam perusahaan selalu menyangkut masa yang akan datang. Maka dari itu Akuntansi Manajemen tidak hanya mengandalkan satu disiplin ilmu saja yaitu akuntansi, namun juga mengambil disiplin ilmu dari manajemen untuk mengatasi dan mengatur sumber daya dan waktu perusahaan, selain itu Akuntansi Manajemen juga menggunakan disiplin ilmu psikologi sosial ketika melakukan estimasi, perkiraan dan peramalan untuk penjualan produk, pengendalian sumber daya manusia. Akuntansi Manajemen sering mengumpulkan informasi-informasi yang relevan dengan pengambilan keputusan dan bersifat taksiran karena pengambilan keputusan selalu menyangkut tentang masa yang akan datang.

Sumber : http://sijenius.wordpress.com/2013/05/03/perbedaan-akuntansi-keuangan-dan-akuntansi-manajemen/

Makalah Tugas Sistem Informasi Akutansi

Analisis Perusahaan


I.                    PENDAHULUAN


Perkembangan bisnis yang sangat pesat menuntut perusahaan untuk bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Perusahaan dituntut oleh pemegang saham memberikan hasil yang maximal sehingga bisnisnya dapat berkembang, mempunyai daya saing, bertahan dan maju. Untuk mencapai semua itu. Manajer perusahaan harus memperhitungkan beberapa factor dalam mengelola pekerjaan operasional seperti factor waktu, biaya, sumber daya dan lain sebagainya.
Berdasarkan hasil survey dari 5 perusahaan yang disurvey dikatakan bahwa 70 % perusahaan yang ada menggunakan tenaga kerja outsource dalam kerja operasionalnya sedangkan sisa nya tidak menggunakan tenaga kerja outsource. Dan dari 70 % tersebut, untuk bidang teknologi informasi mengggunakan 60 % tenaga kerja outsorce.

Menurut Beaumont dan Sohal, mengatakan bahwa outsourcing merupakan trend yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini, sedangkan Gibson mengatakan bahwa outsourcing merupakan perpindahan rutinitas usaha ke sumber daya yang ada di luar, dab Brooks mengatakan bahwa outsourcing merupakan upaya untuk mendapatkan barang atas jasa dari supplier luar atau yang beroperasi di luar negri dalam rangka memotong biaya. Terakhir dilihat dari pandangan Bridges dikatakan bahwa ada 3 komponen dari outsourcing :
1. IT, yang merupakan perkembangan dari teknologi informasi
2. Komunikasi, yang merupakan bagaimana bentuk dari kinerja suatu perusahaan berdasarkan lancar tidaknya komunikasi yang terjalin
3. Struktur organisasi perusahaan.

Sehingga secara umum pengertian dari outsourcing menurut Emilia, Winarto, dan Arief adalah suatu pengalihan aktivitas perusahaan baik barang atai jasa ke perusahaan lain yang memiliki 3 komponen tersebut. Hubungan dalam dunia Information Technologyadalah menurut Lee, IT outsourcing adalah kontrak tambahan dari sebagian atai keseluruhan fungsi IT dari perusahaan kepada pencari outsourcing external, Chen dan Perry mengatakan IT outsourcing merupakan pemanfaatan organisasi external untuk memproduksi atau membuat ketetapan jasa teknologi informasi. Jasa IT yang biasanya di outsourcing adalah jaringan, desktop, aplikasi dan web hosting. Carrie dan Indrajit membedakan IT outsourcing kedalam 4 bagian, yaitu
Total Insourcing, peminjaman atau penyewaan sumber daya manusia yang dimiliki oleh pihak lain yang di pakai dalam jangka waktu tertentu
Total Outsotrcing yaitu sepenuhnya menyerahkan semuanya kepada pihak lain baik hardware, software dan brainware.
Selective sourcing, perusahaan memilah milah bagian mana yang akan diserahkan kepada pihak lain  dan bagian yang tidak diberikan tersebut akan dikelola oleh perusahaan sendiri.
Defacto insourcing, menyerahkan semua yang menyangkut IT ke prusahaan lain dikarenakan adanya latar belakang sejarah.
Pendekatan out-sourcing merupakan penyerahan tugas atau pekerjaan yang berhubungan dengan operasional perusahaan ataupun pengerjaan proyek kepada pihak ketiga atau perusahaan ketiga dengan menetapkan jangka waktu tertentu dan biaya tertentu dalam proses pengembangan proyeknya. Berikut ini merupakan gambar diagram yang menunjukkan proses apa saja yang dilakukan dalam lewat cara out-sourcing. 
Melalui out-sourcing, perusahaan dapat membeli sistem informasi yang sudah tersedia, atau sudah dikembangkan oleh perusahaan outsource. Perusahaan juga dapat meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi sistem yang sudah ada.  Perusahaan juga dapat membeli software dan meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi softwaretersebut sesuai keinginan perusahaan. Dan juga lewat out-sourcing perusahaan dapat meminta untuk mengembangkan sistem informasi yang benar-benar baru atau pengembangan dari dasar. Berikut ini merupakan gambaran proses yang terjadi pada pendekatan out-sourcing.
Hal yang menjadi pertimbangan perusahaan dalam melilih outsurcing adalah sebagai berikut :
a)      Harga
b)      Reputasi yang baik dari pihak outsourcing provider
c)      Tenaga kerja yang dimiliki oleh pihak provider outsourcing sesuai dengan yang dibutuhakan perusahaan
d)     Pihak provider perusahaan mengetahui bentuk dari kegiatan bisnis perusahaan
e)      Pengalama pihak provider outsource
f)       Eksistensinya dll
            Adapun masalah yang terjadi ketika melakukan penggunaan outsourcing adalah sbb:
a)      Saat penentuan partner outsourcing
b)      Pelanggaran ketentuan outsourcing
c)      Pihak provider outsourcing sering memotong gaji para pekarja tanpa ada batasannya sehingga yang mereka terima menjadi sedikit karena berkurang lebih banyak
      Adapun resiko yang mungkin timbul diantaranya sebagai berikut :
a)      Legal
b)      Informasi merupakan asset berharga bagi perusahaan
c)      Dalam menetapkan strategi hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan IT outsorcing
d)     Maintaining the relationship
e)      Loss of flexibility
f)       Managerial control issue.
Adapun keuntungan dari penggunaan pendekatan out-sourcing adalah.
Perusahaan dapat lebih fokus pada hal yang lain, karena proyek telah diserahkan pada pihak ketiga untuk dikembangkan.
Dapat mengeksploitasi skill dan kepandaian yang berasal dari perusahaan atau organisasi lain dalam mengembangkan produk yang diinginkan.
Dapat memprediksi biaya yang dikeluarkan untuk kedepannya.
Biasanya perusahaan outsource sistem informasi pasti memiliki pekerja IT yang kompeten dan memiliki skill yang tinggi, dan juga penerapan teknologi terbaru dapat menjadi competitive advantage bagi perusahaan outsource. Jadi dengan menggunakanoutsource, otomatis sistem yang dibangun telah dibundle dengan teknologi yang terbaru.
Walaupun biaya untuk mengembangkan sistem secara outsource tergolong mahal, namun jika dibandingkan secara keseluruhan dengan pendekatan in-sourcing ataupunself-sourcing, out-sourcing termasuk pendekatan dengan cost yang rendah.
Selain keunggulan diatas, pendekatan out-sourcing juga memiliki beberapa kelemahan, kelemahan-kelemahan itu antara lain:
Kurangnya perusahaan dalam mengerti teknik sistem informasi agar bisa dikembangkan atau diinovasi di masa mendatang, karena yang mengembangkan tekniknya adalah perusahaan outsource.
Menurunkan kontrol perusahaan terhadap sistem informasi yang dikembangkan.
Informasi-informasi yang berhubungan dengan perusahaan kadang diperlukan oleh pihak pengembang aplikasi, dan kadang informasi penting juga perlu diberikan, hal ini akan menjadi ancaman bagi perusahaan bila bertemu dengan pihak pengembang yang nakal.
Ketergantungan dengan perusahaan lain yaitu perusahaan pengembang sistem informasi akan terbentuk.

Berbicara mengenai pembentukan sistem yang butuhkan dari satu divisi dimana sistem tersebut dibuat oleh divisi IT yang berada dalam 1 pohon yang sama atau perusahaan yang sama. Misalkan divisi Finance membutuhkan sistem ICT untuk di aplikasikan di dalam divisinya, pihak divisi IT membuatkan sistem tersebut untuk divisi Finance. Tetapi masih dalam 1 perusahaan. Insourcing merupakan kebalikan daripada outsourcing. Menurut Mary Amiti dan Shang-Jin Wei berdasarkan researchnya di katakan bahwa untuk di negara Amerika dan negara-negara industri lainnya perusahaan yang memakai insourcing lebih banyak daripada perusahaan yang menggunakan tenaga outsourcing, karena walaupun tenaga outsourcing berdasarkan hasil survey banyak perusahaan yang menggunakannya dan angkanya terus meningkat tetap saja masih lebih rendah di bandingkan dengan insourcing. Berdasarkan Rudy dan Mary di dalamwww.accessmylibrary.com ada 4 pola dasar pada insourcing :
Eksekutif senior menyuruh internal manager IT untuk memotong biaya
Pihak IT manager meutuskan kontrak outsourcing yang banyak memiliki kekurangan
IT Manager mepertahankan insoucring
Eksekutif senior meneghaskan nilai dari IT
Pendekatan in-sourcing merupakan kebalikan dari out-sourcing. Jika out-sourcingmelimpahkan pengerjaan proyek pada pihak ketika, in-sourcing mengembangan proyek dengan memanfaatkan spesialis IT dalam perusahaan tersebut. Contohnya perusahaan tekstil dari Jepang membuka perusahaan di Indonesia dengan alasan karena gaji orang Indonesia dapat lebih rendah dari gaji pegawai Jepang. Pada kasus ini perusahaan di Jepang melakukan out-sourcing sedangkan perusahaan Jepang yang ada di Indonesia melakukan in-sourcing.
Keuntungan pengembangan sistem informasi atau proyek lain dengan menggunakan pendekatan in-sourcing adalah :
Perusahaan dapat mengontrol sistem informasinya sendiri.
Biaya untuk pekerja dalam perusahaan biasanya lebih kecil daripada biaya untuk pekerja outsource.
Mengurangi biaya operasional perusahaan, seperti transport, dll.
High deggre of control
Memiliki kemampuan untuk melihat secara keseluruhan dari proses
Lebih ekonomis dalam hal ruang lingkup dan ukuran
Selain keuntungan diatas, terdapat beberapa kelemahan menggunakan in-sourcing, yaitu :
1)         Perusahaan perlu memperhatikan masalah investasi dari pengembangan sistem informasi, jangan sampai pengembangan memakan waktu terlalu lama yang akan memangkas biaya lebih lagi.
2)         Membutuhkan investasi yang tinggi
3)         Supplier yang berpotensi memberikan produk dan layanan yang mahal











II.                  PEMBAHASAN

PT Bank Jabar Banten sebagai perusahaan yang bergerak dalam dunia perbankan dituntu untuk dapat berdaptasi dengan perubahan lingkungan yang terjadi. Pemilik menginkan perusahaan memberikan kontrinusi yang maksimal mengacu pda visi dan misi perusahaan. Pada permulaannya untuk masalah IT, Perusahaan menggunakan perangkat dari luar dimana pegawai kita sebagai pengguna system tersebut dengan dibelaki pelatihan dari pihak vendor , tapi dalam perkembangnya perusahaan melakukan kebijakan dengan merektruk tenaga tenaga yang khusus dibidang IT yang selama ini dipegang oleh pegawai intern sehingga diharpak akan terjadi alih teknologi kepada para pegawai.
Dalam memilih kebijakan outsorcing, perusahaan mempunayai alas an sebagai berikut :
Mengurangi biaya operational secara keseluruahan dibanding dengan mengembakn system informasi sendiri
PT Bank Jabar Banten bisa lebih focus dalam bisnisnya yaitu bidang perbankan dengan dukungan IT pihak luar yang ahli dibidangnya.
PT Bank Jabar Banten memperoleh sumber daya yang ahli yang tidak terdapat dalam perusahaan.
Perusahaan mempunyai kesempatan untuk masuk ke dalam lingkunan yang lebih besar karena dintunjang oleh IT yang dipengang oleh ahlinya.
Dalam pemilihan vendor outsourcing IT, perusahaan melakukan kebijakan sebagai berikut :
Pihak vendor mempunyai komitmen untuk memberikan kualitas pada pengguna
Harga yang kompetitip sesuai dangan kemampuan perusahaan
Vendor memiliki reputasi yang cukup bagus dan luas di bidang outsourcing IT, bukan merupakan vendor yang baru bermain.
Cakupan sumber dayanya
Lokasi atau jaringan kantor vendor yang mudah dalam arti bisa diakes dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Selanjutnya PT Bank Jabar Banten dalam memilih vendor outsourcing IT melakukan seleksi dan evaluasi sehingga pemilihan Outsurcing IT memberikan hasil yang maksimal bagi perusahaan. Untuk menunjang hal tersebut pihak perusahaan melakukan hal hal sebagai berikut  :
Manajem harus mengerti tujuan dan sasaran yang ingin dicapai berguna untuk meindentifikasi keinginan apa yang akan disampaikan kepada vendor sesusia dengan tujuannya
Bagaimana strategi dari visi dan misi, apa yang menjadi harapan pemilik dituangkan dalam strategi untuk selanjutnya diterjemahkan kepada vendor
Melakukan seleksi pada para vendor , diharapkan menemukan vendor yang sesuai dengan keinginan perusahaan dengan melakukan evaluasi masing masing vendor kelibuhan dan kekurangannya.
Kebijakan PT Bank Jabar Banten dalam perjalannya tidak hanya mengoutsource kegiatan yang berhubungan dengan IT, guna memenuhi kebutuhan manajemen perusahaan melakukan Outsource dibidang yang lain seperti : Sistem yang berhubungan dengan Sumber Daya Manusia, Program Kredit Skoring dan Sistem Informasi Debitur dll, dimana kita sebagai pengguna yang dibekali dengan pelatihan dari pihak vendor.







III.                 KESIMPULAN

Kebijakan perusahaan dalam menentukan apakah menggunakan outsourcing atau insourcing tergantung dari tergantung dari ruang lingkup, budget, resiko, tingkat kegunaan, dan sejauh mana kita memerlukannya. Kalau dilihat dari ruang lingkup, yaitu ruang lingkup perusahaan kita, ruang lingkup area kerja kita, dan ruang lingkup perusahaan kita. Kalau ruang lingkup itu tidaklah terlalu besar dan sangat sederhana, maka jalan insourcing adalah langkah yang terbaik yang ada. Tetapi kalau sudah mencakup area yang lebih luas lagi, mungkin outsourcing adalah jalannya, atau juga bisa menggunakan insourcing, sehingga fokus kegiatan bisnis kita bis lebih di fokuskan. Dilihat dari budget yang ada, kalau budget yang perusahaan miliki tidak teralu banyak, atau masih kalangan menengah ke bawah, ada baiknya kalau menggunakan insourcing demikian sebaliknya. Dilihat tingkat keguanaan , resiko dan sejauh mana berbandin lurus dengan kebijakan outsourcing yang diambil perusahaan semakin besar ukuran diatas perusahaan harus mempertimbangkan untuk menggunakan outsourcing.
PT Bank Jabar Banten mengambil kebijakan menggunakan outsourcing IT dan pada bidang lainnya yang mendukung operasional perusahaan dengan demikian perusahaan lebih focus pada bisnisnya di bidang perbankan sehingga apa yang menjadi keinginan pemilik bisa terpenuhi. Dalam pengambilan keputusan Outsorcing, perusahaan melakukan langkah langkah dengan melakukan seleksi vendor, menidentifikasi mengapa perusahaan melakukan outsourcing, memilih lingkup atau bidang yang akan dilakukan outsourcing dan melakukan indentifikasi terhadap visi dan misi yang dituangkan dalam strategi sehingga bisa diinformasikan kepada vendor apa yang menjadi keinginan pemilik. Itu semua dilakukan agar perusahaan berhasil dalam melakukan kebijakan outsourcing.